Dilansir dari tempo.co, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat mengungkap bahwa salah satu penyebab buruknya kualitas udara Jakarta adalah akibat aktivitas kendaraan berat yang menumpuk di Tol JORR. “Salah satu kecurigaan kami ada kepadatan kendaraan berat di jalan tol JORR,” ujar Anies. Komite Penghapusan Bensin Bertimbal bahkan menginfokan kalau emisi dari truk berada di peringkat kedua dengan 106.057 ton atau 33 persen. Bahkan bukan hanya dari Jakarta, tetapi Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang pun ikut meramaikan polusi udara.

Polusi udara sangat berpotensi menyebabkan timbulnya gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, kanker paru-paru, jantung koroner, serta asma. Dari banyak uraian yang ada, intisarinya adalah polusi udara memang sangat merugikan banyak pihak dari berbagai macam perspektif. Berangkat dari semakin maraknya polusi udara di era inilah, BoksHaul tentu tidak menutup mata. Persis dimulai dari industri logistik, efektivitas hilir mudik truk dapat diatasi. Perlu Anda ketahui, bahwa selama ini tidak semua truk yang terlihat di jalan adalah truk yang berisi muatan. Tidak sedikit kuantitas dari eksistensi truk balikan yang kosong di antaranya. Selain memadati jalan dengan posturnya yang besar, tentu bisa dibayangkan jumlah karbondioksida yang dihasilkan sangat berdampak pada polusi udara.

Oleh sebab itu, antisipasi yang dilakukan oleh BoksHaul adalah membuat kinerja truk balikan yang kosong lebih efektif, sehingga seperti yang tercatatkan, ±20.000 truk kontainer balikan kosong per hari tidak akan ada lagi! BoksHaul memaksimalkan utilisasi 0,8 trip per hari menjadi 1,6 trip per hari. Siasat untuk memperjuangkan kedayagunaan truk dimulai dari kami.