Tidak dapat dipungkiri kalau truk adalah salah satu penyebab kemacetan terbesar, terutama di jalan tol. Bahkan, bukan hanya itu, banyak akibat fatal lainnya seperti kerusakan jalan sampai kecelakaan. Dilansir dari liputan6.com, terkait hal tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerima banyak komplain mengenai truk atau angkutan barang yang overdimensi dan overloading. Lalu, bagaimana solusinya?

Menhub Budi pun memberlakukan penegakan hukum terhadap truk atau angkutan barang yang kelebihan dimensi (overdimensi) maupun yang kelebihan muatan (overloading). Untuk pelaksanaan pengawasan Angkutan Barang yang overdimensi dan overloading akan mengaktifkan pengoperasian 43 Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) dan menempatkan jembatan timbang portable di ruas jalan tol.

Kemudian, apakah cukup sampai di situ? Tentu tidak. BoksHaul pun menemukan solusi lainnya. Kalau kita telusuri dari sumber permasalahannya, sebenarnya hal tersebut berpusat dari lokasi depot yang sangat tidak efisien, sehubungan dengan adanya proses ekspor dan impor. Baik untuk truk yang menuju, maupun kembali ke pelabuhan. Esensinya, lokasi depot perlu direlokasi. Mengapa demikian? Tentu sangat kontras untuk penurunan tingkat kemacetan, pula kerusakan jalan bahkan kecelakaan. Bayangkan bila truk tidak perlu menempuh perjalan jauh untuk mengantarkan barang baik menuju kawasan industri menuju depot begitu juga sebaliknya. Jauh lebih efektif, bukan? BoksHaul membuat integrasi dan ekosistem menjadi utuh dalam proses logistik angkutan pelabuhan.